Foto039-225x300

Imunisasi

Imunisasi adalah prosedur untuk meningkatkan derajat imunitas, memberikan imunitas protektif dengan menginduksi respon memori terhadap patogen tertentu atau toksin dengan menggunakan preparat antigen nonvirulen atau nontoksik. Imunisasi dibagi menjadi dua yaitu alamiah dan buatan. Imunisasi alamiah dibagi menjadi dua yaitu pasif (antibodi transplasenta dan kolustrum) dan aktif (infeksi kuman). Imunisasi buatan dibagi menjadi dua yaitu pasif ( antitoksin dan antibodi) dan aktif (toksoid dan vaksinasi).

Vaksin dapat dibagi menjadi vaksin hidup dan mati. Vaksin hidup yang diatenuasikan contohnya adalah BCG, adeno, campak, Mumps, polio oral, rubela, yellow fever, influenza (intranasal), kolera, virus rota, tifoid (Ty21a-oral). Vaksin mati yang diinaktifkan contohnya adalah antrak, kolera USP, kolera WC/rBS, hepatitis A dan B, influenza, pes, IPV, rabies, tifoid parenteral, difteri, tetanus, pertusis, Hib, meningokus, pneumokk, tifoid Vi, penyakit Lyme.

Cir-ciri umum vaksin hidup dan mati

CIRI VAKSIN HIDUP VAKSIN MATI
Respon imun Humoral dan seluler Biasanya humoral
Dosis Satu kali biasanya cukup Diperlukan beberapa dosis
ajuvan Tidak perlu Biasanya diperlukan
rute SK, oral, intranasal SK atau IM
Lama imunitas Potensial seumur hidup Diperlukan dosis booster
Inaktivasi oleh antibodi didapat Dapat terjadi Tidak terjadi
Pada imunokompromais Dapat menimbulkan penyakit Tidak dapat
penyimpanan Perlu khusus untuk mempertahankan vaksin hidup Perlu khusus untuk mempertahankan stabilitas sifat kimiawi dan fisis
Interval antara pemberian vaksin yang berbeda Diperlukan interval minimum Tidak diperlukan interval minimum

IMUNISASI PASIF ALAMIAH

  1. Imunitas maternal melalui plasenta
  2. Imunitas maternal melalui kolustrum

IMUNISASI PASIF BUATAN

Dibagi menjadi dua yaitu imun serum globulin nonspesifik dan spesifik. Imun serum globulin (ISG) spesifik contohnya adalah:

  1. Hepatitis B imun globulin
  2. ISG hepatitis A
  3. ISG campak
  4. Human rabies imun globulin
  5. Human varicella-zoster imun globulin
  6. Antisera thd virus sitomegalo
  7. Antibodi Rhogam, untuk mencegah aborsi pada fetus Rh positif dan ibu Rh negatif
  8. ATS, ADS
  9. Vacininia imun globulin

10. Serum asal hewan seperti anti bisa ular tertentu, laba-laba, kalajengking.

AJUVAN

adalah bahan yang berbeda dari antigen yang ditambahkan ke vaksin untuk meningkatkan respon imun, aktivasi Sel T melalui peningkatan akumulasi APC di tempat pajanan antigen dan ekspresi ko-stimulator dan sitokin oleh APC. Disamping ajuvan, vaksin juga mengandung antibiotik untuk mencegah kontaminasi bakteri selama produksi, pengawet untuk vial yang multidose steril setelah dibuka atau stabilisator untuk mempertahankan potensi vaksin pada suhu yang sedikit kurang dari optimal. Contoh vaksin yang mengandung neomisin, streptomisin atau polimiksin B adalah IPV, MMR, dan varisela.

(Karnen GB, Iris R. Imunologi Dasar. Edisi ke-8. Jakarta: FK UI; 2009)

Semoga bermanfaat

9 thoughts on “Imunisasi

  1. faisalfamili

    mau nanya dok…apakah ada pengaruh bagi anak yg tidak di imunisasi..??
    sekian terima kasih

    Reply
  2. indah anggraini

    Pagi dok
    Anak saya sejak imunisasi bcg saya perhatikan menimbulkan reaksiyang sama yaitu merah pada seluruh wajah. Merah ini diawali dengan merah yang berpulau pulau kemudian menyatuhinggasdluruh wajah danmuncul pada malam 1 hari setelah imunisasi.
    kenapa hal ini terjadi ya dok?

    Reply
  3. Nina

    Dok, kalau anak saya mau 4 bulan ini. Tgl 15 Januari ini harsnya imunisasi kalau g salah dpt 4+polio 3. Karena sekalian kontrol ke dokternya, jadi imunisasinya ke rumahsakit. Nah, itu tglnya kan pas hari kerja, secara saya dan suami kerja kantoran. Kalau misal diundur/diajukan tidak sesuai jadwal yang sudah ditentukan boleh g y dok?
    Maturnuwun…

    Reply
  4. WULAN

    dok, bayi saya dulu waktu imunisasi yang dijadwal harusnya pasa usia 2 bulan, tapi ternyata saya lupa dan udah masuk minggu pertama bulan ketiga (DPT, HIB, Polio) kemudian imunisasi selanjutnya yang harusnya di bulan ke 4 Dsa nya menganjurkan untuk nanti 5 bulan. kemaren waktu umur 5 bulan akhirny imunisasi lagi (dpt, hib, polio) nah untuk nanti yang seharusnya dijadwalkan umur 6 bulan apakah imunisasi nya di bulan ke 7 lagi? solusinya gimana dok?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>